Minggu, 15 Desember 2019

KARYA ILMIAH RATNA SIREGAR SHOLAT JUM'AT



KARYA TULIS ILMIAH
BAHASA INDONESIA
“Shalat Jum’at”


DOSEN PEMBIMBING:
Hendri Firmansyah, M.Pd

DISUSUN OLEH:
Ratna Siregar
NIM. 1911330008

PRODI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2019/2020









 
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah SWT, atas berkat, rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini berupa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Shalat Jum'at”. Tugas ini dibuat sebagai salah satu syarat  untuk memenuhi mata kuliah Bahasa Indonesia.  Disamping itu, saya juga berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.
Mungkin dalam penulisan dan penyajian karya tulis ini terdapat kekurangan dan kesalahan tanpa sepengetahuan saya, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun saya mengharap kan untuk perbaikan dimasa-masa mendatang. Semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.



Bengkulu, 16 Desember 2019
Penulis









DAFTAR ISI
COVER..........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN...........................................................................1
A.    LATAR BELAKANG.......................................................................1
B.     RUMUSAN MASALAH...................................................................1
C.     TUJUAN……………........................................................................2
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................3
A.    PENGERTIAN SHALAT JUM’AT...................................................3
B.     HUKUM SHALAT JUM’AT.............................................................3
C.     SYARAT SHALAT JUM’AT............................................................4     
D.    HIKMAH SHALAT JUMAT............................................................5
BAB III PENUTUP…………......................................................................6
A.    KESIMPULAN..................................................................................6
B.     SARAN..............................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................7






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Shalat  Jum'at adalah ibadah shalat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi setiap muslim laki-laki atau pria dewasa beragama islam, merdeka sudah mukallaf, sehat badan serta muqaim (bukan dalam keadaan mussafir) dan menetap didalam negeri atau tempat tertentu.
Allah telah menganugerahkan bermacam macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya. Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman yang Artinya :
“Hai orang-orang beriman, apabila diseur untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Jumuah: 9)
Maksudnya adalah apabila imam telah naik mimbar dan muezzin telah azan di hari Jum'at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muezzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.
Di dalam sebuah hadits Rasulullah saw.

B.     RumusanMasalah
A.    Apa pengertian shalat jum’at?
B.     Apa hukum shalat jum’at?
C.     Apa saja syarat shalat jum’at?
D.    Apa saja hikmah shalat jumat?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian shalat jum’at.
2.      Mengetahui hukum shalat jum’at.
3.      Mengetahui syarat shalat jum’at.
4.      Mengetahui hikmah shalat jum’at.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Shalat Jum’at
Shalat jum’at merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang telah dewasa, yang waktunya tepat pada waktu zhuhur. Shalat jum’at pelaksanaannya harus dengan berjama’ah bersama sejumlah kaum muslimin di suatu tempat. pada hakikatnya salat jum’at ini merupakan pengganti shalat zhuhur, sehingga seseorang melakukan shalat jum’at di masjid ia tidak perlu lagi melakukan shalat zhuhur.

B.     Hukum Shalat Jum’at
Hukum shalat jum’at Fardhu ‘Ain, artinya kewajiban  individu mukallaf (muslim, baligh, berakal) kecuali 6 golongan:
1.      Hamba sahaya (budak belian)
2.      Perempuan
3.      Anak kecil (yang belum baligh)
4.      Orang sakit yang tidak dapat menghadiri Jumat
5.      Musafir, yakni orang yang sedang dalam perjalanan jauh
6.      Orang yang udzur jum’at, seperti ada bencana alam atau bahaya.

Pengecualian ini ditetapkan oleh sabda Nabi SAW:[1]
الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً: مَمْلُوكٌ, وَاِمْرَأَةٌ, وَصَبِيٌّ, وَمَرِيضٌ.(صحيح علي شرطي البخا ري ومسلم)
“Jum'at itu hak yang wajib bagi setiap Muslim dengan berjama'ah kecuali empatorang, yaitu: budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit."


C.    Syarat Menunaikan Shalat Jum’at
Dibawah ini ada beberapa syarat shalat jum’at yaitu sebagai berikut :
a.       Syarat wajib shalat jum’at:
1.      Islam, bagi orang kafir tidak wajib berjum’at.
2.      Laki-laki, tidak diwajibkan bagi kaum perempuan.
3.      Baligh, (dewasa), tidak wajib bagi anak-anak.
4.      Aqil (berakal), tidak wajib bagi orang gila.
5.      Sehat, tidakwajibbagi orang sakit atau berhalangan berjum’at.
6.      Merdeka (bukan hamba sanaya).
7.      Muqim (diam atau tinggal dalam negeri) bukan orang musyafir. 
b.      Syarat sunah shalat jum’at :
1.      Mandi( membersihkan tubuh) dan memotong kuku.
2.      Berpakaian yang putih dan bersih.
3.      Berpakaian yang rapi.
4.      Memakai  wangi-wangian.
5.      Menyegerakan datang ke masjid.
6.      Memperbanyak dzikir dan shalawat.
7.      Memperbanyak baca Al-Qur’an.
8.      Memperhatikan segala maksud khutbah yang dibacakan oleh khatib.
c.       Syarat sahnya shalat jum’at
Adapun syarat-syarat sahnya  jum’at  menurut madzhab syafi’i antara lain :
1.      Dua raka’at shalat jum’at dan dua khutbahnya harus masih masuk waktu shlat juhur.
2.      Dilaksanakan disuatu perkampungan atau perkotaan (maksudnya apabila yang shalat jum’at itu semuanya musafir maka shalat jum’atnya tidak sah).
3.      Minimal mendapati satu raka’at (dengan berjama’ah) dari dua raka’at shalat jum’at, maka jika seorang makmum shalat jum’at tidak mendapati satu raka’at shalat jum’at bersama imam, maka ia tetap niat shalat jumat tetapi perakteknya shalat juhur empat raka’at.
4.      Jumlah makmum yang shalat jum’at minimal 40 orang dari penduduk setempat atau penduduk asli (mustauthin) yang telah wajib jum’at.
5.      Shalat jum’atnya tidak berbarengan atau didahului oleh shalat jum’at dimasjid lain yang masih satu perkampungan. Artinya tidak boleh ada dua jum’at atau lebih dalam satu kampung atau satu tempat yang sama.
6.      Harus didahului dua khutbah.

Rasulullah SAW. bersabda :
 الجمعة حقّ واجب علي كلّ مسلم الا أربعة عبد مملوك أوامرأة أو صبيّ أومريض
“Shalat jum’at adalah hak yang wajib atas setiap muslim kecuali empat golongan yaitu budak belian, wanita, anak-anak, orang sakit”. (HR. Abu Dawud).

D.    Hikmah Shalat Jum’at
Adapun terdapat beberapa hikmah mengerjakan shalat jum’at yaitu :
1.      Simbol persatuan sesama umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf  yang rapat dan rapi.
2.      Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3.      Menurut hadits, do’a yang kita panjatkan kepada Allah SWT. akan di kabulkan.
4.      Sebagai syiar Islam.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas dapat saya simpulkan bahwa Shalat Jum'at adalah ibadah shalat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Shalat Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi setiap muslim laki-laki atau pria dewasa beragama islam, merdeka sudah mukallaf, sehat badan serta muqaim (bukan dalam keadaan mussafir) dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu dan shalat jum’at juga memiliki syarat-syarat wajib dan syarat syahnya yang harus dilaksanakan, supaya shalat jumatnya menjadi sempurna.

B.     Saran
Dalam pengumpulan materi pembahasan di atas tentunya saya banyak mengalami kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu hendaknya pembaca memberikan tanggapan dan tambahan terhadap karya tulis ilmiah saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih. 





DAFTAR PUSTAKA
Umay M. dja’far Shiddieq. 2006. Syari’ah Ibadah, Jakarta : Al-Ghuraba.

Sayyid Sabiq. 1988. Fiqih Sunnah, Jakarta: Pena.

Muhammad Azzam Abdul Aziz dan Sayyed Hawwas Abdul Wahhab, 2009.Fiqih Ibadah, Jakarta: Amzah.